Minggu, 18 Oktober 2020

Jangan Terburu-Buru Produksi Barang Sendiri Sebelum Anda Menguasai Hal Ini

 



Saat ini jika seseorang memiliki bisnis, identik dengan orang tersebut memiliki produk sendiri untuk dipasarkan. Entah itu berupa makanan, baju, tas, sepatu, atau produk lainnya yang di labeli dengan brand sendiri.

Memiliki produk dan brand sendiri memang jadi impian banyak manusia.Kan keren tuh, di kartu nama nanti bisa jadi namanya adalah “Ali bin AbiThalib – CEO of Rarira Clothing” atau “Jenny Bachdim – CEO of Lueta Bag”. Kerenkan?

Tapi apakah kita harus mempertaruhkan modal kita untuk menelurkan brand baru dan langsung produksi massal? Apakah bijaksana jika Anda langsung menghabiskan modal usaha untuk produksi massal?

Jika Anda memiliki modal cukup besar, silakan Anda langsung produksi massal meskipun Anda adalah pengusaha baru.Tapi jika Anda modalnya minim atau bahkan tanpa modal? JANGAN COBA-COBA NEKAD PRODUKSI MASSAL.

“Tapikan impian saya memang punya brand sendiri?”
Iya, paham.Tapi sekali lagi, mohon cek ulang permodalan Anda plus perhitungkan kembali resiko ketika Anda produksi massal.Karena ketika Anda memproduksi sendiri produk Anda, ada banyak biaya yang nantinya akan rutin menyedot modal Anda setiap bulan, seperti :
• Penyediaan bahan baku
• Penyediaan dan perawatan mesin
• Upah pegawai produksi
• Gaji pegawai Quality Control
Belum lagi Anda harus bisa membagi pikiran Anda antara produksi dan pemasaran.Dan jangan salah, banyak bisnis di dunia ini jatuh di tahun-tahun awal karena ownernya tidak bisa fokus antara pemasaran dengan produksi.

Produksi itu memerlukan perhatian besarloh. Jika tidak kita awasi, bisa-bisa pegawai boros bahan, bisa-bisa salah meramu bahan, dan bisa jadi juga pegawai justru curang sama owner dengan korupsi bahan supaya di rumah ia bisa produksi untuk dia sendiri tapi di depan bos dia laporan, ”Bahannya kurang, Pak.” (Udah seringloh kejadian kayak begini).

Ujung-ujungnya yang rugi tetap pemiliki usaha.Modal belum balik, masih harus memikirkan kerugian dan menyiapkan jalur pemasaran yang belum stabil.

SOLUSINYA BAGAIMANA DONG?

Jika Anda tipikal pengusaha bermodal besar dan berani dengan resiko besar di atas, silakan saja Anda langsung produksi massal.Tapi sebenarnya ada cara yang lebih bijak sebelum Anda nekad produksi masal sendiri.

Yaitu : kuasai pemasarannya! Di awal, silakan jual produk orang lain dulu dengan system dropship. Jika Anda sudah menguasai pasarnya, dan Anda rasa income dari bisnis dropship Anda sudah bagus, silakan Anda menggunakan modal Anda untuk produksi massal.

“Jadi jualin barang orang lain dong? Terus barang saya kapan dijualin?”
Beginiloh, ketika Anda jadi dropship, Anda akan fokus pada pemasaran. Anda fokus menguasai teknik-teknik pemasaran dan Anda jadi terbiasa jeli membaca peluang dan potensi pasar yang ada.

Jika pun ketika jadi dropship barang Anda tidak laku, Anda tidak akan rugi. Karena Anda tidak ada kewajiban untuk produksi setiap bulan dan membayar upah pegawai produksinya.

Bayangkan ketika sudah terlanjur produksi masal, tiba-tiba barang tidak laku.Betapa stressnya Anda karena harus membayar upah pegawai, tapi income belum ada karena Anda belum lihai memasarkan.

Intinya, kuasai pasar dahulu.Tidak usah memaksa produksi di awal. Anda bisa gunakan barang orang lain untuk dipasarkan. Yang penting Anda sudah berhasil mencetak keuntungan dari keahlian memasarkan Anda.

BISNIS ITU UJUNG-UJUNGNYA PROFIT, BUKAN PRODUKSI MELULU.

Butuh Modal Usaha? Ada Banyak Alternatif Loh Selain “Hutang”





Semua bisnis butuh modal. Kebanyakan dari kita jika ingin membuka usaha atau membesarkan bisnis, kita mencari pinjaman uang sebagai modal. Bisa jadi pinjam bank, pinjam teman, atau pinjam kerabat.

Ternyata, pinjam uang (hutang) tidak selalu jadi cara satu-satunya dalam mengumpulkan modal usaha. Ada banyak alternatif untuk mendapatkan modal.Mungkin salah satu dari di bawah ini bisa jadi solusi yang tepat untuk Anda.

1) MODAL PRIBADI
Modal pribadi ya modal yang benar-benar berasal dari kantong Anda sendiri.Entah berupa tabungan yang Anda kumpulkan selama bertahun-tahun, atau uang bonus kerja yang Anda kumpulkan sebagai modal usaha.

2) PINJAM TEMAN/KELUARGA
Alternatif ke-2 ini seringkali jadi primadona.Terutama jika Anda berteman dengan orang-orang kaya atau berasal dari keluarga berada.Sangat disarankan, jika Anda baru merintis usaha, sebisa mungkin mencari partner/pemodal yang tidak berat soal pengembalian uang.Biasanya pihak keluarga juga mengerti resiko bisnis Anda.Tapi meskipun hutang pada teman/keluarga sendiri, jangan sampai terlambat mengembalikan uangnya yah.Ingat, kredibilitas Andalah taruhannya.

3) KREDIT DI BANK
Setiap bank pasti memiliki unit pinjaman khusus bagi pengusaha, baik pengusaha mikro, kecil, atau besar.Syarat mengajukan pinjaman di bank juga mudah.Anda cukup memiliki bisnis yang sudah berjalan minimal 1-2 tahun, memiliki lokasi usaha, memiliki izin usaha/surat keterangan kelurahan setempat, dan memiliki jaminan sebagai agunan (BPKB, Sertifikat, dsb).

Jumlah kredit yang diberikan kepada pengusaha pun macam-macam.Mulai dari 10 juta hingga 1 Milyar.

Tapi jika Anda adalah pemain baru, sangat tidak disarankan untuk mengajukan kredit di bank.Karena ketika bisnis Anda masih baru dan belum balik modal, Anda tetap memiliki kewajiban untuk membayar cicilannmya setiap bulan, dimulai dari bulan ke-2 setelah meminjam.

Selain itu, ketika bisnis Anda merugi pun, Anda tetap harus membayar cicilan Anda setiap bulan.Tiga kali telat membayar, agunan Anda langsung dilelang pihak Bank.

4) KARTU KREDIT
Kartu kredit juga bisa jadi alternative permodalan. Jika Anda memiliki kartu kredit dengan plafon pinjaman tinggi, Anda bisa tarik tunai kartu kredit Anda untuk putaran modal (bahasa gaulnya : gesek tunai).

Jika tidak bisa gesek tunai, Anda bisa gunakan kartu kredit Anda untuk belanja bahan baku atau membayar Facebook Ads. Sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan modal lagi untuk membeli bahan baku dan membayar iklan.

5) PIUTANG DARI SUPPLIER
Misalnya, Anda memiliki toko kue dan Anda perlu mengisi toko Anda dengan beragam kue.Tapi Anda tidak ada modal untuk kulakan bahan. Anda lalu mencoba menggandeng supplier bahan kue supaya mau memberikan produk dagangan mereka sebagai bahan Anda untuk produksi, dan Anda boleh membayarnya bulan depan setelah kue-kue di toko Anda habis terbeli.

Ketika Anda membawa pulang bahan dari supplier tanpa membayar, ini disebut piutang dari supplier.Dan Anda disebut memiliki hutang kepada supplier.

Beruntunglah Anda jika supplier Anda mau memberikan piutang.Karena Anda tidak perlu mencari-cari modal lagi untuk berbelanja bahan.

6) INVESTASI BAGI HASIL
Ini adalah salah satu metode paling aman dan paling efektif ketika Anda memiliki usaha, baik yang baru buka atau sudah berkembang.

Maksudnya, Anda sebagai pengusaha menggandeng seorang pemodal supaya mau memodali bisnis Anda. Pemodal ini akhirnya akan menginvestasikan modalnya kepada usaha Anda dengan permintaan bagi hasil sesuai dengan yang disepakati kedua belah pihak. Bisa jadi pemodal mendapatkan bagi hasil 40%, pengusaha 60%, atau pemodal mendapatkan bagi hasil 30% dan pengusaha 70% dari keuntungan perusahaan setiap bulan.

Jadi, pemodal dan pengusaha baru mendapatkan uangnya ketika bisnis sudah balik modal dan labanya positif.Ketika bisnis belum balik modal, pengusaha tidak ada kewajiban untuk mengembalikan uang ke siapapun.

Bagaimana jika bisnis merugi? Pengusaha juga tidak perlu mengembalikan modal kepada investor. Karena di sini investor harus sama-sama tahu bahwa bisnis itu selain menguntungkan, tetap ada resiko kerugian yang menyertai. Jadi jika untung, maka untung bersama. Jika rugi, maka rugi bersama.

Jadi jika kalian mau buka usaha, metode permodalan jenis ini sangat cocok.

7) INVESTASI VENTURA
Saat ini mulai banyak lembaga-lembaga permodalan yang berminat untuk menginvestasikan dananya kepada bisnis-bisnis di Indonesia.Seperti Jatim Ventura, Angel Investor Indonesia, East Venture Capital, dsb.

Biasanya nanti pihak ventura akan meminta bagi hasil berupa pembagian saham perusahaan. Otomatis, bisnis yang bisa mengajukan pendanaan modal ke pihak ventura adalah bisnis yang benar-benar sudah besar, berkembang, stabil, dan memiliki legalitas usaha dan tim yang solid.

Makanya, mulai dari sekarang jangan malas-malas untuk mengurus legalitas usaha Anda dan membentuk tim yang solid. Siapa tahu, bisnis Anda berkembang sangat cepat dan berkapasitas untuk dimodali lembaga ventura.

Biasanya nanti pengusaha harus mempresentasikan usaha mereka di depan dewan ventura. Jika cocok dan dirasa menguntungkan, pihak ventura akan langsung menginvestasikan modal mereka kepada bisnis Anda.

Tapi jangan salah, meskipun pihak ventura sangat pilih-pilih bisnis, sekalinya mereka invest, jumlah modal yang dikucurkan bisa mencapai angka ratusan juta bahkan milyaran rupiah loh. Nah, cocok banget bagi Anda yang punya bisnis sudah besar dan memerlukan modal tambahan tapi tidak ingin kredit usaha di bank.

8) HADIAH LOMBA
Anda punya keahlian presentasi dan membuat bisnis plan? Ikutkan bisnis Anda ke dalam lomba! Jika Anda menang, hadiah lomba tersebut bisa Anda gunakan untuk modal usaha Anda.

Selain modal usaha jika menang, ada manfaat lain saat mengikuti lomba. Yang pastinya, Anda bisa bertemu dan berjejaring dengan beragam pengusaha dari seluruh Indonesia, bertukar pikiran dan pengalaman, saling menimba ilmu, berbagi peluang, dan masih banyak lagi.

Apalagi sekarang, banyak kompetisi bisnis yang menjadikan pesertanya sebagai komunitas bisnis yang terus dikembangkan dan diberi beberapa pelatihan gratis. Tentunya pelatihan ini akan sangat berguna bagi bisnis Anda.

Karena itu, jangan malas untuk membuat bisnis plan bagi produk Anda, dan mulailah berlatih mepresentasikan bisnis Anda di depan orang lain.

Untuk jenis-jenis lomba yang bisa Anda ikuti pun juga banyak.Dan biasanya diadakan rutin setahun sekali.Seperti Wirausaha Muda Mandiri, Wismilak Diplomat Success Challenge, Berani Jadi Milyader, dan masih banyak lagi.

9) DANA HIBAH PEMERINTAH
Pemerintah ternyata cukup perhatian dengan pengusaha-pengusaha di Indonesia.Sebenarnya banyak dana-dana hibah yang disiapkan lewat kementrian dan dinas-dinas terkait yang berfungsi untuk mendanai bisnis-bisnis kecil di Indonesia.

Namanya juga dana hibah, berarti dana yang diberikan adalah uang Cuma-Cuma. Anda tidak ada kewajiban untuk mengembalikan uangnya kepada pemerintah dan tidak ada bunga apapun.

Sayangnya, dana hibah ini seringkali jarang dipublikasikan. Biasanya informasinya hanya tersebar di kalangan pemerintahan sendiri, sehingga jarang ada pengusaha yang berkesempatan mendapatkan dana hibah tersebut.

Tapi tetap ada solusinya jika Anda ingin mendapatkan dana hibah. Anda harus sering-sering berjejaring dengan orang-orang dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kadin, Kementrian KUMKM, atau organisasi-organisasi dan lembaga pemerintahan lain yang berhubungan dengan UKM dan bisnis di Indonesia.

Jika Anda sama sekali tidak punya kenalan di situ, cobalah sesekali datang ke pameran-pameran yang diadakan oleh pemerintah/dinas, katakan bahwa Anda memiliki usaha dan produk yang unik dan ingin sekali menjadi mitra binaan pemerintah.

Setelah Anda menjadi mitra binaan pemerintah, usahakan berkenalan dengan sebanyak mungkin orang di dalamnya, dan usahakan Anda aktif dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh dinas-dinas tersebut. Sehingga ketika usaha Anda dikenal da nada informasi dana hibah, mereka tidak segan-segan merekomendasikan bisnis Anda untuk mendapatkannya.

10) DANA CSR BUMN
BUMN di Indonesia ternyata juga mengalokasikan uangnya untuk membantu bisnis-bisnis kecil di Indonesia loh. Ada yang sifatnya pinjaman lunak, ada yang sifatnya hibah.

Bagaimana cara mendapatkan dana tersebut? Sama seperti cara nomor 9. Anda harus aktif mengenalkan bisnis Anda ke pihak CSR BUMN supaya mereka “aware” dengan bisnis Anda.Jalinlah networking yang bagus, dan biarkan mereka memilih bisnis Anda untuk dibantu secara permodalan.

Tapi ada juga lo jenis BUMN yang blak-blakan membuka dana CSR nya sebagai penjaman lunak kepada pemiliki bisnis kecil dengan bunga sangat ringan. Contohnya seperti PUK dari Semen Indonesia yang khusus membuka pinjaman lunak bagi pemilik bisnis kecil di Indonesia dengan bunga 6% saja per tahun.

Cara Paling Benar Memilih Produk Untuk Memulai Bisnis

 

Banyak orang yang salah kaprah dalam memilih produk untuk dibisniskan. Padahal produk yang tepat membuat kita mudah untuk menjualnya. Jika produk mudah dijual dan pangsa pasarnya luas, sangat mudah bagi kita untuk mengembangkan bisnis.

Ini yang jadi salah kaprah pengusaha pemula. Banyak yang memulai bisnisnya dari idealism produk. Misalnyasi A, punya produk alat B. Si A memiliki idealis bahwa produk ini akan bermanfaat bagi banyak orang dan pasti laris di pasaran. Padahal dia sendiri belum riset secara detail apakah pasar benar-benar membutuhkan produknya.

Tapi berhubung ia punya idealis, maka ia nekad membisniskan produknya. Akhirnya bulan pertama, kedua, ketiga, sampai lewat setahun ia kelabakan mencari-cari pasar dan mengedukasi masyarakat supaya mau membeli produknya.

Akhirnya si A ngos-ngosan, modal sudah keluar banyak untuk pemasaran, tapi omset tak kunjung di dapat. Apalagi profit? Sedangkan biaya operasional teru sberjalan dan menyedot modal. Jangan dikira edukasi pasar itu nggak perlu modal gede, loh.

Nah, kejadian seperti si A ini sudah jamak terjadi pada pengusaha newbie. Idealis produk istilahnya. Banyak yang beranggapan bahwa produknya sedang dibutuhkan oleh pasar dan pasti laku di pasaran.Padahal riset market saja belum detail.

Terutama yang baru lulus kuliah tuh. Mentang-mentang dulu lulusan farmasi mencoba-coba berbisnis obat formula baru yang belum tentu ada di pasaran. Dalihnya : di masa depan orang akan membutuhkan produk ini. #laaah

Mentang-mentang lulusan desain, idealis mau bisnisan sepatu tenun di Indonesia dengan harga selangit. Katanya orang Indonesia harus mencintai budaya sendiri, makanya harus berani bayar mahal. Padahal kenyataannya orang Indonesia sukanya beli barang fashion dengan harga terjangkau, nggak peduli terbuat dari batik tulis, tenun, songket, dan sebangsanya. Nah lo …

Terus gimana dong?

Tahap awal dalam memulai bisnis itu adalah RISET PASAR. Anda harus benar-benar peka mengamati pangsa pasar yang mau Anda tuju. Anda amati kebutuhan mereka apa, sebarapa besar demand (permintaan) pasarnya. Barulah Anda menciptakan produk untuk menjawab kebutuhan mereka dan bisa Anda jual kepada mereka.

Jangan dibalik yah. Bikin produk dulu baru bingung nyari pasarnya kemana.Kalau mau ngotot ya silakan saja.Tapi pastikan anda punya modal berlebih.Jika modal Anda pas-pasan, jangan coba-coba mengedukasi pasar dengan produk yang belum pernah ada sebelumnya seperti yang dilakukan Steve Jobs saat meluncurkan iPad.

“Tapi impian sayakan pengen punya bisnis produk A. Mumpung belum ada di dunia.”

KAWAN, BISNIS ITU HARUS REALISTIS. BISNIS ITU UJUNG-UJUNGNYA PROFIT. KITA BERBEDA DENGAN ILMUWAN ATAU PENEMU.

Bisnis itu menjual produk yang dibutuhkan masyarakat supaya mendapatkan profit. Ilmuwan itu fokus menciptakan produk baru dan tidak memerlukan profit.

Apakah ada produk yang sukses hasil temuan seorang ilmuwan? Di mana produk tersebut adalah produk baru yang belum ada pangsa pasarnya / market belum teredukasi? Ada. Tapi, ilmuwan membutuhkan dana riset yang tidak kecil jugaloh.

Jadi sebagai pengusaha, adakalanya kita harus mengesampingkan idealisme kita supaya kita mendapatkan profit dan bisnis kita bisa sukses. Nanti jika capital (modal) Anda sudah besar, silakan Anda mewujudkan impian Anda meriset produk sesuai idealisme Anda dan mengedukasi pasar supaya mau membeli dan menggunakan produk Anda.

Mengerjakan Bisnis Dari Rumah? Ikuti Tips Ini Biar Aktifitasmu Tetap Fokus Dan produktif





 Pasti banyak di antara kita yang memilih rumah sebagai tempat untuk mengerjakan bisnis. Selain karena bisa menghemat biaya sewa, kita juga tidak memerlukan biaya transportasi untuk perjalanan dari rumah ke kantor. Karena rumah kita adalah kantor kita. Terlihat sangat hemat, mudah, dan menyenangkan ya? Tapi nggak sedikit juga lo pebisnis yang gagal

produktif ketika mengerjakan bisnisnya dari rumah.

Gangguan mulai dari tidak adanya jam kerja yang mengikat, tempat tidur yang teramat empuk untuk ditiduri, game console, bahkan sampai anggota keluarga yang suka tiba-tiba menyela minta tolong ini itu bisa menyebabkan kita gagal fokus dan gagal produktif. Alhasil, bukannya menyelesaikan pekerjaan, yang ada mood sudah hilang, atau malah malas-malasan.

Nah supaya kejadian di atas nggak terjadi, ikuti tips berikut ini. Dijamin ampuh!

1) TETAPKAN JAM KERJA
Meskipun bekerja dari rumah, Anda harus punya jam kerja pasti. Misal dari jam 08.00-17.00. Jam kerja ini tidak boleh dilanggar. Anda tidak boleh mengerjakan hal lain yang tidak berkaitan dengan bisnis Anda selama jam kerja berlangsung.

2) BUAT RUANGAN KERJA SENDIRI
Pisahkan dengan kamar tidur dan keluarga agar Anda fokus. Selama jam kerja jangan pernah
sekalipun menyentuh kamar tidur. Karena kasur yang empuk bisa bikin Anda jadi malas.

3) TATA RUANGAN KERJA SESUAI KEBUTUHAN
Buat konfigurasi peralatan kerja Anda senyaman mungkin. Tata sedemikian rupa agar memudahkan Anda dalam bekerja. Jika perlu dibuat semirip mungkin dengan kantor sungguhan. Oh iya, khusus Anda yang internet marketer dan sering menatap komputer/gadget berlama-lama, pilih ruangan yang langsung berhadapan dengan udara luar. Jika perlu yang menghadap langsung dengan taman atau pepohonan. Ventilasi yang cukup dapat membantu Anda mengurangi stress dan penat saat bekerja. Sedangkan
pepohonan dapat membantu menyegarkan mata Anda setelah lama menatap komputer. Usahakan menatap pepohonan hijau setiap 30 menit sekali untuk mencegah mata kelelahan.

4) MINTA KERJA SAMA DENGAN KELUARGA AGAR TIDAK MENYELA SAAT BEKERJA
Seringkali faktor penyebab gagal fokus bekerja adalah keluarga. Mulai dari diajak ngobrol sampai minta tolong diantarkan ke suatu tempat (mentang-mentang sudah tidak bekerja kantoran, pasti banyak yang “dijagain” orang rumah untuk jadi ojek, hehehe) atau dimintai tolong melakukan sesuatu.

Pekerjaan yang disela itu bisa membuat mood kita turun. Kalau sudah turun, kita jadi tidak
seproduktif sebelumnya. Di sini kita bisa minta tolong orang rumah untuk tidak menyela dulu ketika kita kerja. Jika pekerjaan sudah selesai, barulah kita bisa bebas membantu pekerjaan di rumah. Hal ini lebih baik daripada Anda menunda-nunda pekerjaan dan menyebabkan kerjaan jadi tidak selesai-selesai.

5) PISAHKAN AKUN UNTUK PRIBADI DAN BISNIS
Ini kesalahan sepele yang sering dilakukan newbie. Waktu baru belajar bisnis online, akun email dan sosmed pribadi juga dipakai untuk bisnis. Padahal sebenarnya kurang baik loh. Sebaiknya dipisah. Jika kita menggunakan akun sosmed pribadi untuk bisnis, yang ada bukannya kita kerja malah asyik bersosmed ria bersama teman-teman. Jadinya malah nggak produktif kan?

Emosi yang keluar saat menggunakan akun social media juga berbeda. Di akun pribadi, manusia cenderung meluapkan emosinya. Sedangkan untuk akun bisnis, manusia cenderung menata setiap postingan dan kata-kata yang dipakai. Jadi jika kamu serius berbisnis, mulai sekarang pisahkan akun pribadi dengan akun khusus untuk
bisnis. Selama bekerja, jangan sekalipun membuka akun pribadi.

Newbie Wajib Baca: Etika Saat Menjalin Networking Bisnis





 Namanya pengusaha kalau mau sukses harus menjalin networking. Baik dengan supplier, mentor, klien, reseller, dropshipper, atau rekan sesame pengusaha lainnya. Tapi ternyata masih banyak juga loh yang bingung caranya supaya networking kita cepat meluas.

Ternyata dalam bernetworking itu juga ada etikanya. Networking itu tidak melulu kenalan, tukeran kartunama, lalu pergi.

Ada etika-etika yang harus dipatuhi agar orang lain senang berelasi dengan Anda. Seperti :

1) SAAT MASUK KE DALAM KOMUNITAS BISNIS, BERIKAN KONTRIBUSI PADA KOMUNITAS TERSEBUT

Semua pengusaha pasti tergabung dalam komunitas bisnis. Salah kaprah orang masuk ke dalam komunitas adalah orang tersebut ingin cepat-cepat mendapatkan apa yang ia butuhkan, yaitu relasi sebanyak-banyaknya. Padahal orang lain melihat kita masih “Kamu siapa ya?” Nah agar orang-orang dalam komunitas tersebut mengingat Anda, berikan kontribusi Anda bagi komunitas, jangan meminta apa yang Anda inginkan terlebih dulu.
Misal jika komunitas sedang bikin seminar, ajukan diri Anda menjadi pembicara secara gratis.
Sharingkan ilmu yang bermanfaat bagi anggota, niscaya mereka akan respek dan ingat pada Anda.

2) JANGAN SUKA NANYA OMSET DAN PROFIT KE ORANG YANG BARU DIKENAL
Ini kesalahan sepele tapi bisa berakibat fatal. Tidak semua orang nyaman jika dikepoin berapa omset dan profit yang ia hasilkan setiap bulan. Makanya jangan suka nanya begituan ke orang yang baru dikenal. Kecuali orang tersebut sudah nyaman dan terbuka dengan Anda. Tujuan bertanya pun sebaiknya untuk belajar dan sharing, bukan untuk jadi bahan perbandingan.

3) SEDIKIT BICARA, BANYAK MENDENGAR
Kesalahan menahun yang sering kita lakukan saat ber-networking adalah kita selalu buru-buru nyerocos ngajak kenalan orang, kasih kartu nama, lalu cerita panjang lebar soal bisnis kita tanpa diminta. Padahal belum tentu orang itu mau mendengar. “Siapa elo? Baru kenal sudah presentasi bisnis?”
Manusia yang menang adalah manusia yang banyak mendengar. Jika Anda ingin diingat oleh lawan bicara Anda, dengarkan mereka ngomong duluan dengan antusias sampai selesai. Baru giliran Anda membicarakan bisnis Anda.

Jadi ketika kenalan dengan orang baru, yang benar itu kita ngajak kenalan, tukeran kartu nama, tanyakan bisnis yang ia geluti, pancing ia untuk menceritakan bisnisnya, dan dengarkan ceritanya dengan antusias. Jika ia sudah selesai cerita, gantian Anda yang memperkenalkan bisnis Anda.

Berhenti Membanding-Bandingkan Bisnis Anda Dengan Bisnis Orang Lain






Pernahkan Anda sharing dengan rekan Anda sesama pengusaha atau internet marketer dan berujung pada pertanyaan “Sebulan bisa jual berapa produk? Omset sebulan berapa? Komisi affiliate sebulan berapa? Keuntungan sebulan berapa?”

Niatnya mau sharing tapi ujung-ujungnya malah terjadi pembicaraan berupa “Saya sebulan bisa menjual sekian ratus barangloh. Sebulan bisnis saya untung Rpxxx.xxx.xxxx. Sebulan komisi affiliate saya Rp xxx.xxx.xxx” yang diutarakan oleh rekan Anda.

Lalu setelah sharing kita jadi termenung dan otak kita berpikir :

• ”Kok bisnis dia lebih besar keuntungannya? Produk yang dijual sama. Apa saya salah bisnis?”
• “Kok barang jualan dia laris banget? Apa saya salah pilih produk?”
• “Kok dia komisinya besar? Apa saya salah ikut program affiliate?”

Lalu setelah itu kita jadi galau, menerka-nerka apakah bisnis yang kita jalankan adalah benar-benar bisnis yang cocok untuk kita? Kenapa teman kita menghasilkan banyak uang dalam sebulan sedangkan kita belum sebanyak itu?

Contoh lain : Si A berjualan jilbab, sebulan laku ribuan pcs. Anda jualan tas, sebulan Cuma laku ratusan pcs. Lalu Anda mulai galau, mulai tidak fokus, dan berpikiran untuk mengganti bisnis Anda dengan produk jilbab.

Contoh lainnya : Si B ikut affiliate hotel, sebulan komisinya Rp10 juta. Anda ikut affiliate software, sebulan komisi Anda cuma Rp 3 juta. Lalu Anda galau dan tergiur ingin pindah affiliate mengikuti jejak kawan Anda.

Padahal :
– Anda sudah susah-susah meluangkan waktu untuk belajar teknik marketing yang pas untuk menjual produk Anda
– Anda sudah mengeluarkan banyak tenaga untuk membangun “kolam ikan” Anda.
– Anda sudah mengeluarkan banyak dana untuk beriklan supaya “kolam ikan” Anda terisi oleh calon-calon customer yang sesuai dengan target market Anda
– Bisnis yang Anda jalankan saat ini belum bisa Anda tinggal

Hanya karena teman Anda berhasil menjual lebih banyak, berhasil mendapatkan komisi lebih banyak, berhasil mencetak keuntungan lebih banyak, Anda jadi gagal fokus dan berpikiran untuk mengganti bisnis Anda dengan bisnis lain mengikuti jejak teman Anda.

Hei, yang salah bukan di bisnis Anda.Yang salah belum tentu di pemilihan produk.Bisa jadi yang salah adalah Anda sebagai pebisnis.

Mungkin Anda kurang tekun, kurang banyak action-nya, kurang berani mengeluarkan budget besar untuk scale up iklan, atau kurang ramah dalam melayani customer sehingga Anda tidak bisa mendapatkan banyak penjualan.

Mungkin Anda adalah pemain baru, dan teman Anda adalah pemain lama yang sudah berkali-kali mengalami kegagalan dan kerugian jauh lebih banyak daripada Anda sampai dia akhirnya sukses seperti sekarang.

Dan mungkin pula, Anda masih kurang bisa fokus sehingga masih mudah tergoda oleh penawaran lain yang lebih menarik.

KAWAN, PEBISNIS YANG SUKSES ADALAH MEREKA YANG FOKUS DAN BANYAK ACTIONNYA.

Kawan Anda lebih sukses daripada Anda, tentu karena mereka lebih sukses dan fokus pada bisnisnya.Mereka mengerjakan lebih banyak, gagal lebih banyak, belajar lebih banyak, sampai akhirnya mereka sukses.

Percuma Anda berkali-kali berganti produk/bisnis, jika Anda masih tidak bisa fokus. Sekarang sharing dengan teman jualan hijab yang sudah sukses, Anda jadi kepengen. Besok sharing dengan teman affiliate sukses, Anda juga kepengen.Lalu kapan fokusnya?

Berhentilah membandingkan bisnis Anda dengan bisnis orang lain. Fokuslah, perbanyak action-nya, perbanyak belajarnya, habiskan jatah gagal Anda, dan niatkan Anda segera bisa melampaui kesuksesan teman-teman Anda.

Kamis, 19 Maret 2020

Chord Himna Umi - YPHB






Verse :
G          D                   Em
Pergi langkah kan kaki
Dm                 C
Kencangkan dasi                 
       G          Am          D
Bergegas untuk jalani hari

G         D         Em
Kita kembali lagi
Dm              C             G    
Di    warung umi  Memulai
Am          D
ceritaa  Dan berbagi


Reff :
G           D        Em       Dm       C
Patah kan mimpi   musuh   abadii
G               Am     D
Bersama kitaa laluii.                     

Verse1 :
G       D    Em    Dm
Hari hari berganti ku jalani
C          G       Am       D
Bersama kalian   di sini.                  

G          D      Em
Pecah kan problema
Dm       C         G                       Am         D
Yang Selalu MENGHANTUI  langkah hidup ini

G       Cadd9      G              Cadd91
Bersama mencari jatidiri di sma
C----> Fret5
Y P H B

G            D     Em       Dm          C
PATAHKAN MIMPI MUSUH ABADI
G                  Am        D
BERSAMA KITA   LALUI

G            D     Em               Dm      C
PECAHKAN PROBLEMA YANG SELALU
G                         Am        D
MENGHANTUI JALAN HIDUP INI